# Tags
#Art

Pernah Lihat Graffiti & Mural? Ini Sejarah & Perbedaannya

mengenal graffiti & mural

Graffiti dan mural, dua bentuk seni yang unik, telah menghiasi tembok kota besar dan menjadi cerminan ekspresi kreatif manusia. Graffiti dengan tulisan-tulisannya yang penuh karakter dan mural dengan lukisan-lukisannya yang memukau, keduanya mengajak kita untuk memasuki sebuah perjalanan seni yang menarik.

Apa Itu Graffiti & Mural

Graffiti adalah seni lukis atau gambar yang dibuat pada media tembok dengan menggunakan cat semprot atau cat tangan. Mereka seringkali berupa tulisan-tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya. Graffiti dapat memiliki berbagai tujuan, termasuk ekspresi kreatif, identitas pribadi, atau bahkan sebagai bentuk protes sosial.

Sementara itu, mural adalah seni lukis atau gambar yang dibuat pada media dinding, biasanya di luar ruangan. Mural seringkali lebih besar dan lebih kompleks daripada grafiti. Mereka dapat menggambarkan berbagai tema, termasuk kritik sosial, budaya, sejarah, atau pemandangan alam. Mural sering digunakan untuk mempercantik ruang publik, menyampaikan pesan sosial, atau sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh atau peristiwa penting.

Sejarah Graffiti & Mural

Secara singkat, graffiti adalah seni lukis atau gambar dengan menggunakan cat semprot pada tembok, sementara mural adalah seni lukis atau gambar yang lebih besar dan kompleks pada media dinding.

Graffiti dan mural memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Graffiti sendiri telah ada sejak zaman kuno, bahkan sebelum era modern. Contohnya adalah lukisan dinding di kota Pompeii di Italia yang bertahan dari letusan gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Lukisan-lukisan ini memberikan kita wawasan tentang kehidupan dan budaya pada masa lalu.

Seiring berjalannya waktu, grafiti berkembang menjadi bentuk ekspresi seni yang lebih luas. Pada tahun 1970-an, grafiti mulai muncul di jalanan kota New York, Amerika Serikat. Pada awalnya, grafiti dianggap sebagai tindakan vandalisme dan dikecam oleh banyak orang. Namun, seiring waktu, pandangan terhadap grafiti berubah. Banyak seniman dan penggemar seni yang mulai mengakui nilai seni dan keindahan dalam grafiti.

Graffiti & Mural
Swoodshit salah satu seniman mural Indonesia

Mural juga memiliki sejarahnya sendiri. Sebagai bentuk seni visual, mural telah ada sejak zaman purba. Contohnya adalah lukisan dinding di gua-gua prasejarah yang ditemukan di berbagai belahan dunia. Lukisan-lukisan ini seringkali menggambarkan kehidupan sehari-hari, mitologi, dan simbol-simbol budaya.

Dalam konteks seni jalanan modern, mural mulai menjadi populer pada abad ke-20. Banyak seniman menggunakan media tembok untuk membuat karya seni yang besar dan menakjubkan. Mural sering digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan politik, sosial, atau budaya kepada masyarakat. Mereka dapat menjadi medium untuk menggerakkan emosi, menyuarakan isu-isu penting, atau sekadar memberikan hiburan visual.

Kesimpulan

Kedua seni jalanan ini terus berkembang dan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Saat ini, grafiti dan mural menjadi bagian integral dari budaya kota modern di seluruh dunia. Banyak kota yang memiliki dinding-dinding yang dihiasi dengan karya seni jalanan yang memukau, menambahkan kehidupan dan warna pada lingkungan urban.

Meskipun grafiti dan mural berbeda dalam tujuan dan alat gambar yang digunakan, keduanya memiliki kontribusi yang berharga dalam dunia seni. Keduanya mampu menginspirasi, menghibur, dan mempengaruhi orang-orang yang melihatnya. Sebagai wujud ekspresi kreatif, grafiti dan mural terus menjadi sarana bagi seniman untuk mengekspresikan gagasan, pendapat, dan emosi mereka kepada dunia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *